Pages

Halaman

Pages - Menu

Sabtu, 07 Maret 2015

Bhs Program Java Script

JavaScript adalah bahasa skrip yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla FirefoxNetscape dan OperaKode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.

Sejarah

JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadiLiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.[4] [5]
Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java.[6] Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut.[6] Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.[6]
JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX.[6] JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.[6]

Penulisan JavaScript

Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag <script type="text/javascript">.[7]
<script type="text/javascript">
 alert("Halo Dunia!");
</script>
Kode JavaScript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript).[7] Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut:[7]
<script type="text/javascript" src="alamat.js">
</script>

Skrip di head

Skrip ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada eventtertentu.[7] Peletakkan skrip di head akan menjamin skrip dimuat terlebih dahulu sebelum dipanggil.[7]
<html>
<head>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</head>
</html>

Skrip di body

Skrip ini dieksekusi ketika halaman dimuat sampai di bagian <body>.[7] Ketika menempatkan skrip pada bagian <body>berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian.[7]
<html>
<head>
</head>
<body>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</body>
</html>
Jumlah JavaScript di <head> dan <body> yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.[7]

Skrip eksternal

Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman.[7] Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal.[7] Jadi, antara dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML.[7] Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.[7]
JavaScript : js/xxx.js document.write("pesan ini tampil ketika halaman diload");
Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai atribut "src" pada tag <script> pada halaman HTML-nya.[7]
<html>
<head>
</head>
<body>
<script src="xxx.js">
</script>
<p>Script di atas berada di berkas "xx.js" (eksternal) </p>
</body>
</html>

Adaptasi JavaScript di Wikipedia

Biasanya JavaScript digunakan sebagai peralatan (tool/gadget) pada halaman pengguna. Fungsinya bermacam-macam, misalnya peralatan guna menambah kategori dengan lebih mudah, contohnya dapat dilihat pada : HotCat. Lain dari pada itu dapat disimak lebih lanjut di:
  • (Inggris) Wikipedia : JavaScript
  • (Inggris) Wikipedia : Proyek Skrip
  • (Inggris) Beberapa skrip yang berguna
  • (Indonesia) Skrip selamat datang

Bhs Program CSS

Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Wordyang dapat mengatur beberapa style, misalnya headingsubbabbodytext,footerimages, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file).[1] Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.[1]
CSS dapat mengendalikan ukuran gambarwarna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya.[1] CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.[2] Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda

Sejarah CSS

Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style.[3] CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996.[2] Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.[3]

Versi

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.
CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. Dengan CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object Model.[4]

Penulisan

Saat masuk pada bagian CSS, sering dijumpai kode sebagai berikut:
h1 {
    color: #0789de;
   }
Bagian pertama sebelum tanda '{}' dinamakan selector, sedangkan yang diapit oleh '{}' disebut declaration yang terdiri daridua unsur, yaitu property dan value.[5]Selector dalam pernyataan di atas adalah h1, sedangkan color adalah property, dan #0789de adalah value.[5]
Selain itu ada tiga metode penulisan CSS atribut, yaitu :[6]

Inline Style Sheet[sunting | sunting sumber]

CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atributstyle="..." dalam tag HTML tersebut.[6] Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan memengaruhi tag HTML yang lain.[6]
Contoh penulisan CSS dengan metode Inline Style Sheet [6]:
<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Inline </title>
</head>
<body bgcolor="#FFFFFF">
<p id="cth1">
Ini adalah contoh tag P tanpadiformat menggunakan CSS </p>
 
<p id="cth2" style="font-size:20pt">
Tag P ini diformat dengan besar font 20 point </p>
 
<p id="cth3" style="font-size:14pt; color:red">
Tag P ini diformat dengan besar font 14 point, dan menggunakan warna merah </p>
</body>
</html>

Embedded Style Sheet

CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> ... </style> di atas tag <body>.[6] Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan.[6]
Contoh penggunaan CSS dengan metode Embedded Style Sheet :[6]
<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Embedded</title>
</head>
<style>
body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in}
h1 {font-size:18pt; color:#FF0000}
p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in}
</style>
 
<body>
<h1 id="cth1">Judul ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1>
<p id="cth2">Tag p ini di format dengan besar font 12 point dengan tipe font Arial dan mempunyai identasi 0.5 inch </p>
<p id="cth3">Yang perlu diperhatikan juga bahwa body disini telah diformat dengan margin kiri 0.5 inch dan warna background biru</p>
</body>
</html>

Sifat CSS

Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal.[7] Jika internal yang dipilih, maka skrip itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain.[7] Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka skrip CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu.[7]
Sifat yang kedua adalah eksternal di mana skrip CSS dipisahkan dan diletakkan dalam berkas khusus.[7] Nanti, cukup gunakan semacam tautan menuju berkas CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di skrip tersebut.[7]

Fakta Menggunakan CSS

Fakta Menggunakan CSS diantaranya : [8]
  • Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
  • Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
  • Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran berkas dan kecepatan pengunduhan.
  • Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
  • Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat di berbagai browser
  • CSS adalah layouting "Masa Depan" dengan penggabungan bersama XHTML.

Contoh Berkas CSS

[9]
<html>
<head>
<style type="text/css">
body
{
background-color:#d0e4fe;
}
h1
{
color:orange;
text-align:center;
}
p
{
font-family:"Times New Roman";
font-size:20px;
}
</style>
</head>
 
<body>
 
<h1>CSS example!</h1>
<p>This is a paragraph.</p>
 
</body>
</html>

Bhs Program WML

WML merupakan kependekan dari Wireless Markup Language, yaitu sebuah bahasapemrograman turunan dari HTML, tetapi didasarkan pada Bahasa XML.
Bahasa WML digunakan untuk membuat atau membangun sebuah halaman yang bisa ditampilkan pada micro browser. Halaman di WML biasa disebut DECK, yaitu kumpulan dari CARD.
WML mungkin lebih sering dikenal sebagai WAP (Wireless Application Protocol).
Sebenarnya WAP adalah sebuah arsitektur yang dibangun oleh WAE (Wireless Application Environment), yang mana terdiri dari WML dan pemrograman WML-nya sendiri.
Berikut struktur program paling sederhana WML:
Kode: ifPascal : Statemen IF - Else. Read more ... »(this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"/>
Dan berikut contoh program WML sederhananya:
Kode: 
<?xml version=”1.0″?>
<!DOCTYPE wml PUBLIC “-//OPENWAVE.COM//DTD WML 1.3//EN”
“http://www.openwave.com/dtd/wml13.dtd”>
<wml>
<card id=”one” title=”Judul Halaman”>
<p>
Disini untuk kontennya
</p>
</card>
</wml>
Preview:
Preview: 
Sekian dulu yah, untuk syntax-syntax dasarnya, menyusul di postingan yang akan datang.
Adapun untuk WAP/WML Simulator/Emulatornya bisa di download di artikel setelah ini

Bhs Program CFM

Aplikasi CFM ( ColdFusion Markup )

ColdFusion adalah sebuah web application server yang digunakan untuk melakukan pengembangan aplikasi e-business yang membutuhkan tingkat skalabilitas tinggi dengan melakukan integrasi antara teknologi browser, server, basis data dan component object lain. Berikut adalah diagram sederhana bagaimana ColdFusion bekerja: Pada Gambar dibawah ini:
ColdFusion menyediakan fasilitas visual programming, basis data dan alat bantu untuk melakukan pelacakan kesalahan dalam sebuah lingkungan pengembangan terintegrasi yang disebut ColdFusion Studio.
Fitur-fitur penting yang disediakan oleh ColdFusion adalah kemampuannya melakukan integrasi dengan teknologi maupun aplikasi lain seperti basis data, e-mail, directory, XML dan enterprise system. ColdFusion mendukung pula pengimplementasian pada lingkungan multi-server clusters dengan load balancing dan fail over yang sangat dibutuhkan pada aplikasi web dengan beban kerja tinggi. ColdFusion menyediakan kemudahan dalam melakukan koneksi dengan basis data melalui teknologi ODBC, OLE DB, dan native drivers untuk Oracle dan Sybase. Sedangkan untuk pengembangan lainnya, ColdFusion menyediakan fasilitas untuk berinteraksi dengan object-object lain seperti Java Servlet, COM dan Corba.
Bagi para pengembang aplikasi web, ColdFusion akan sangat mudah untuk dipelajari. Sintaks bahasa pemrograman yang digunakan ColdFusion atau ColdFusion Markup Language (CFML) bersifat tag-based, atau dengan kata lain memliki sifat yang sama dengan HTML. Selain itu bahasa pemrogramannya mudah untuk dimengerti, tanpa harus mempelajari sintaks atau kata kunci dan tanda pengenal lain yang biasanya dibutuhkan pada bahasa pemrograman lain.

Contoh file Application.cfm

<!— Application settings —>
<cfapplication clientmanagement=”Yes”
applicationtimeout=”60″
sessionmanagement=”Yes”
sessiontimeout=”25″

name=”ilkom-ub.portal”>

<!— Set application variables —>
<cfset application.dsn = “detailcorp”>
<cfset application.dbuser = “Detail”>
<cfset application.dbpass = “23012003”>

<!— Set session variables —>
<cfparam name=”session.username” default=””>
<cfparam name=”session.departement” default=””>
<cfparam name=”session.userid” default=””>

<!———————————–
Application Comment
Developed by Gumilang Jati Putro
For CDOT and Ilkom – UB
————————————->
Pada Contoh diatas kita mengeset setting aplikasi, application variable, session variable dan komentar.
Setiap script yang ada di dalam file application.cfm tersebut diatas akan selalu dijalankan setiap kali
coldfusion server memroses sebuah halaman cfm.

Application.cfm ini harus ditempatkan pada masing masing direktori dimana aplikasi kita tersimpan.
Jika pada direktori yang aktif tidak terdapat application.cfm, maka coldfusion server akan mencari pada
direktori diatasnya.

Bekerja dengan Form
Untuk membuat sebuah aplikasi, pertama kali kita harus mengenal form dengan baik. Penulis disini
mengasumsikan anda sudah mengenal form html dengan baik.
Pembuatan form pada coldfusion, seperti halnya server side script yang lain, terdiri atas 2 bagian, yaitu
form sender dan form processor. Form sender yang dimaksudkan disini adalah halam dimana kita
mengisi informasi informasi yang dibutuhkan, sedangkan form processor adalah pengolah informasi
yang dikirimkan oleh form sender.

Contoh file formsender.cfm

<form method=”post” action=”formprocessor.cfm”>
Nama : <input type=”text” name=”nama”><br>
Umur : <input type=”text” name=”umur”><br>
Jenis Kelamin :
<select name=”jk”>
<option value=”Laki Laki”>Laki Laki
<option value=”Perempuan”> Perempuan
</select><br>
<input type=”submit” name=”send”>
</form>
<cfoutput>
Saya adalah #form.nama#, seorang #form.jk# berumur # form.umur# tahun.
</cfoutput>

Asumsi kita sudah mempunyai server beserta cfm server yang sudah aktif, lalu kita jalankan file diatas.
Kita jalankan melalui web browser dengan alamat misalnyahttp://localhost/formsender.cfm, maka akan
muncul form. Lalu kita isikan data “Gumilang Jati Putro” di input nama, “20” di input umur, dan pilih
“Laki-Laki” pada pilihan Jenis kelamin. Maka setelah kita klik submit akan diprosesformprocessor.cfm
yang akan menghasilkan :

“Saya adalah Gumilang Jati Putro, seorang Laki-Laki berumur 20 tahun.”

2 file diatas terlalu sederhana untuk kita jadikan sebagai sebuah aplikasi. Jika kita menggunakan system
seperti tersebut diatas, maka kita akan mempunya terlalu banyak file untuk aplikasi kita. Untuk itu, mari
kita gabung 2 file tersebut menjadi 1 file saja :

Contoh file form.cfm

<cfif isdefined(“form.send”)>
<cfoutput>
Saya adalah #form.nama#, seorang #form.jk# berumur # form.umur# tahun.
</cfoutput>
<cfelse>
<form method=”post” action=”formprocessor.cfm”>
Nama : <input type=”text” name=”nama”><br>
Umur : <input type=”text” name=”umur”><br>
Jenis Kelamin :
<select name=”jk”>
<option value=”Laki Laki”>Laki Laki
<option value=”Perempuan”> Perempuan
</select><br>
<input type=”submit” name=”send”>
</form>
</cfif>

File form diatas akan mengecek apakah variable form.send sudah terdefinisikan atau belum (<cfif
isdefined(“form.send”)>). Jika belum terdefinisi, maka akan dijalankan form seperti yang ada
sebelumnya. Jika sudah, maka akan ditampilkan data data yang sudah dikirimkan melalui form.

Berikut adalah contoh sederhana CFM:
<tr>
<td>
<cfif strKeyword contains “coldfusion”>
<font size=”2” color=”#0000ff”><b>
Keyword anda mengandung kata ColdFusion
</b></font>
<cfelse>
Keyword anda tidak mengandung kata ColdFusion
</cfif>
</td>
</tr>
Dari potongan kode diatas, pemrogram akan langsung dapat mengerti maksud program tanpa harus mengingat-ingat tanda-tanda pengenal maupun kata kunci yang seringkali membingungkan. Meskipun demikian ColdFusion juga mendukung penggunaan ekspresi-ekspresi regular POSIX, terutama bagi para pengembang dilingkungan UNIX yang mungkin telah terbiasa menggunakannya.
Selain itu, dari potongan kode diatas, jelas terlihat bahwa script atau tag ColdFusion dapat langsung disisipkan pada kode HTML tanpa perlu melakukan perubahan. Bandingkan dengan salah satu contoh bahasa pemrograman web lainnya:
if(!(ora_columnname($cursor,$index)== “ID_TODO”))
{
print(“<TH>\n”);
print(“<font color=blue size=-1> \n”);
print(ora_columnname($cursor,$index));
print(“</font>”);
print(“</TH>”);
}
Dari kedua potongan kode diatas, jelas terlihat bahwa CFM dapat dengan sangat mudah diintegrasikan dengan editor-editor HTML lain yang telah ada, karena tidak perlu melakukan perubahan pada tag HTML yang sudah dibuat. Hal ini menjadi sangat penting karena kebanyakan pengembang web melakukan proses desain web pada editor WYSIWIG. Bayangkan jika setelah selesai melakukan proses desain, pemrograman web harus mengubah seluruh baris HTML agar dapat dimengerti oleh penerjemah bahasa pemrograman yang mereka gunakan.
Hal ini pula yang akhirnya menjadikan Allaire sebagai pencipta ColdFusion diterima oleh kalangan industri lain, terutama yang mengeluarkan produk untuk pengembangan web. Sebagai contoh, Adobe dan Macromedia sebagai perusahaan pengembang aplikasi editor HTML WYSIWIG yang paling banyak digunakan saat ini mengintegrasikan kemampuan scripting CFML pada produk-produk yang mereka ciptakan.

ColdFusion dan Kompetitor
Produk web application server yang ada saat ini cukup beragam. Sebagai contoh: Zope, HoTMetal Application Server, Oracle Application Server, Netscape Application Server, Lotus Domino Application Server, Websphere Application Server, Inprise Application Server dan masih banyak lagi. Namun dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi server lainnya tersebut, ColdFusion jauh lebih unggul baik dari segi penjualan maupun dari segi jumlah jumlah pemakai atau pengembangnya (DEV2000).
Dengan melihat kenyataan tersebut, pada artikel ini akan diperbandingkan secara kasar antara ColdFusion dengan bahasa pemrograman web lain yang banyak digunakan pada saat ini, yaitu Perl, PHP dan ASP.